Skip to content Skip to footer

Argentina 3-1 Swiss: 4 Momen Alvarez Menit 112

Minggu pagi, 12 Juli 2026, kamu bangun dengan notifikasi skor 3-1 dan grup chat sudah membahas gol Alvarez sejak subuh. Argentina 3-1 Swiss di Kansas City Stadium bukan sekadar angka: ini laga yang imbang 1-1 di 90 menit, lalu pecah di extra time dengan dua gol La Albiceleste.

Daftar Isi

Minggu pagi WIB: kenapa Argentina 3-1 Swiss layak dibaca sebagai timeline AET

Kick off Sabtu malam AS, sekitar 02:00 WIB Minggu. Alexis Mac Allister membuka skor menit 30, Dan Ndoye menyamakan menit 41. Breel Embolo kartu merah menit 72. Julian Alvarez gol jarak jauh menit 112, Lautaro Martinez menit 120.

Di PGTOTO BLOG kami bahas berita olahraga faktual. Pagi ini fokusnya empat momen di lapangan, bukan prediksi semifinal Argentina vs Inggris.

Mini kasus Nobar A: nonton full dari gol Mac Allister sampai Martinez 120, simpan tiga momen di notes, hindari debat kartu merah sebelum sarapan.

Mini kasus Nobar B: dapat spoiler 3-1 di menit 115, buka highlight 30 detik, ketinggalan subplot Swiss 10 pemain dan ketegangan 1-1 hingga menit 90.

Kesalahan umum: hanya membahas skor akhir tanpa konteks bahwa Argentina dua laga knockout berturut-turut ke extra time.

Artikel argentina-mesir-3-2-4-mitos-comeback-atlanta-2026 menunjukkan pola comeback dramatis La Albiceleste. Malam di Kansas City ada subplot berbeda: favorit tertekan sebelum AET.

Artikel artikel Argentina Cape Verde adalah fondasi arc underdog Africa vs Argentina. Swiss malam ini bukan underdog kejutan, tapi tim yang membuat juara bertahan kerja keras.

Argentina lolos ke semifinal dan akan bertemu Inggris di Atlanta, Kamis 16 Juli. Artikel ini tidak menebak skor laga itu, cukup catat arc AET ketiga di turnamen ini.

Tulis di notes: kick off WIB, empat momen kunci, sumber recap resmi. Empat baris kecil untuk obrolan Minggu siang.

Kansas City crowd dan panas AS jadi saksi laga ketat yang baru pecah di menit 112.

Kalau baru bangun: ini recap malam tadi, bukan preview semifinal. Itu artikel terpisah di blog kami.

Highlight reel FIFA dan Sky Sports akan memutar gol Alvarez berulang. Worth it setelah baca konteks empat momen di sini.

Fan Swiss di Indonesia tetap punya alasan bangga: tim main compact sampai menit 111 sebelum kebobolan kedua.

Momen 1–2: gol Mac Allister dan equalizer Ndoye

Momen pertama: Argentina 3-1 Swiss unggul lewat Alexis Mac Allister menit 30. Corner Lionel Messi, header pemain 1,76 meter di tengah kerumunan pemain Swiss yang lebih tinggi.

Momen kedua: Dan Ndoye menyamakan menit 41 dengan cross-shot dari Timothy Castagne. Swiss tampil hidup dan membuat Emiliano Martinez bekerja di beberapa momen awal.

Half time 1-1 terasa adil untuk kedua tim. Argentina punya possession, Swiss punya efisiensi transisi dan pressing awal yang mengganggu.

Kesalahan umum: menganggap unggul 1-0 berarti Argentina aman. Ndoye membuktikan Swiss punya rencana di bola mati dan serangan cepat.

Nobar A catat build-up corner Messi dan celah di marking Swiss. Nobar B scroll statistik tanpa melihat momentum Swiss menit 35-45.

Messi streak gol beruntun di turnamen ini terputus malam itu, tapi assist corner tetap jadi sumber ancaman konstan.

Mac Allister bukan nama yang biasa muncul di headline gol, tapi header menit 30 mengubah dinamika awal laga.

Grup chat yang bilang “Argentina pasti menang” di menit 35 terdengar wajar, tapi menit 41 mengingatkan: knockout tidak kenal favorit aman.

Babak pertama adalah setup dramatis untuk subplot kartu merah dan extra time di babak kedua.

Swiss datang dengan disiplin tinggi. Ndoye sudah tampil kuat di turnamen sebelumnya, malam di Kansas City dia lagi-lagi mencetak di panggung besar.

Castagne assist untuk Ndoye menunjukkan Swiss punya width di sayap yang mengganggu fullback Argentina.

Babak pertama selesai 1-1: momentum bisa berubah di 45 menit kedua, terutama setelah istirahat panjang di knockout.

Momen 3: subplot Embolo kartu merah dan tekanan 10 lawan 11

Momen ketiga sebelum gol penentu: Breel Embolo kartu merah menit 72 karena simulasi. Argentina 3-1 Swiss punya subplot numerik yang mengubah dinamika akhir laga, tapi tidak serta-merta membuat Swiss runtuh.

Swiss bermain 10 lawan 11 hampir 50 menit termasuk extra time. Organisasi lini belakang Gregor Kobel tetap solid di banyak momen kritis.

Kesalahan umum: menganggap kartu merah lawan otomatis berarti gol berikutnya pasti datang. Argentina butuh 40 menit lagi untuk memecahkan kebuntuan 1-1.

Nobar A memperhatikan bagaimana Swiss compact setelah Embolo keluar. Nobar B baru sadar ada subplot kartu saat skor sudah 3-1.

Embolo sebelumnya hampir membuat Martinez keluar dari gawang di situasi one-on-one. Subplot kiper Argentina tetap relevan meski Swiss akhirnya kalah.

VAR dan kontroversi simulasi akan jadi bahan debat online. Artikel ini catat faktanya: Swiss main 10 pemain, Argentina tetap kesulitan sampai menit 112.

Kobel beberapa kali heroik, termasuk menyelamatkan tembakan Thiago Almada yang memantul tiang di awal extra time.

Tekanan Argentina meningkat setelah kartu merah, tapi Swiss defense block masih menghentikan serangan berbahaya di menit 85-90.

Timeline Argentina 3-1 Swiss

Subplot kartu merah adalah seasoning dramatis, bukan alasan menghujat satu pemain tanpa konteks permainan Swiss yang tetap kompetitif.

Momen 4: Alvarez menit 112 dan Martinez menutup laga

Momen keempat: Julian Alvarez menit 112. Argentina 3-1 Swiss ditutup oleh gol jarak jauh yang akan masuk highlight reel turnamen: curling 25 yard ke sudut gawang Kobel.

Lautaro Martinez menit 120 menambah gloss dari rebound setelah tembakan Morgan Rogers, konteks laga Inggris vs Norwegia berbeda, tapi pola AET pekan ini konsisten: gol datang di menit akhir.

Argentina ke semifinal ketiga dalam empat turnamen terakhir. Alvarez jadi nama yang akan diingat fan La Albiceleste di malam Kansas City.

Kesalahan umum: menganggap comeback AET hanya keberuntungan. Argentina terus menekan meski skor imbang 70 menit setelah unggul awal.

Nobar A yang nonton full merasakan arc lengkap: unggul, disamakan, tegang 1-1, kartu merah lawan, lalu ledakan AET. Nobor B dapat spoiler dan skip ketegangan menit 90-111.

Swiss keluar dari turnamen meski tampil disiplin. Perjalanan ke QF pertama sejak 1954 layak respect.

Inggris menunggu di Atlanta setelah Bellingham brace vs Norwegia. Dua tim dengan subplot AET di akhir pekan ini. Itu bahan semifinal, bukan focus recap ini.

Artikel recovery-pasca-nobar-4-cek-jumat-pagi-qf-2026 tetap relevan bagi fan yang begadang tiga malam QF berturut-turut.

Alvarez gol Argentina 3-1 Swiss

https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/articles/argentina-switzerland-match-report-highlights

Argentina 3-1 Swiss adalah empat momen yang layak diingat tanpa hot take berlebihan. Simpan timeline, hormati Swiss, dan siapkan energi untuk semifinal pekan depan.

Minggu siang: tidur siang 45 menit lebih berguna daripada debat kartu merah di timeline.

Alvarez gol menit 112 adalah momen langka yang akan jadi cerita utama obrolan pekan ini.